Polisi Portland Memakai Bukti Kepemilikan Film Kungfu Untuk Menangkap Tersangka Secara Brutal
Seorang tersangka pelaku vandalisme di Portland, Oregon, protes mengapa dirinya ditangkap oleh polisi setempat secara brutal, padahal ia tak melakukan perlawanan apa-apa. Di pengadilan, pihak polisi memberikan bukti bahwa pelaku adalah orang yang berbahaya, dengan menunjukan sekumpulan koleksi film klasik milik pelaku.
"Saya sedang jalan menuju rumah ketika tiba-tiba cahaya lampu senter menyilaukan mata saya dan saya berhenti, dan saya mendengar suara, 'Tangkap dia!' Dan saya mendengar suara langkah kaki mendekati saya, jadi saya berbalik dan lari." ujar Dan Halsted, mengisahkan kejadian penangkapan dirinya 4 tahun yang lalu di bagian utara kota Portland.
Dalam situasi yang gelap gulita, Halsted merasakan seseorang berhasil menangkapnya.
"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, saya berteriak untuk memanggil polisi selama kejadian itu, dan saya tak menyangka mereka (yang sedang mengeroyok dirinya) adalah polisi, karena mereka tak pernah mengidentifikasikan diri mereka sama sekali," lanjutnya.
Setelah situasi terkendali, barulah diketahui bahwa polisi menangkap orang yang salah. Polisi mengira Halsted sebagai pelaku vandalisme di lingkungan tempat tinggal setempat.
Benyut dan disengat taser berkali-kali, tentu saja Halsted protes.
Polisi tak mau mengalah, di pengadilan, kuasa hukum mereka menunjukan bukti bahwa Halsted adalah orang yang berbahaya, sambil menunjukan penemuan mereka yang terbaru berupa bukti koleksi film kungfu klasik milik Halsted. Tentu saja bukti itu ditolak oleh pengadilan, dan polisi diminta membayar denda sebesar $250.000.
Secara hukum, kasus Dan Halsted memang sudah selesai, tapi apakah benar polisi kalah begitu saja? Ternyata tidak juga. Darimana uang denda itu berasal? Berdasarkan hukum setempat, uang dibayarkan dari pendapatan pajak negara. Artinya masyarakatlah yang membayar uang sebesar ratusan ribu dollar itu untuk kesalahan yang dilakukan oleh polisi. Lalu, kemana uang itu ditujukan? Berdasarkan hukum setempat pula, 30% masuk ke kantong lawan (dalam hal ini Halsted), 60% masuk ke kas pengadilan (untuk depeosit bantuan hukum terhadap korban kejahatan), dan 10% masuk ke kas polisi. Jadi, secara hukum, polisi bisa sekena jidat melakukan bantahan jika mereka dituduh melakukan 'mal praktek', termasuk dengan memberikan bukti yang tak masuk akal sama sekali seperti koleksi film kungfu Bruce Lee atau Jackie Chan. Toh ujung-ujungnya mereka dapat tambahan dana sebesar puluhan ribu dollar.
Kesimpulannya, jika kamu tinggal di Portland dan tampangmu mirip dengan foto buronan polisi, hati-hati saja deket-deket sama polisi, karena bagi mereka, nothing to lose. Dan jangan lupa simpan buku-buku atau film kungfumu di tempat lain yang lebih aman.
Pembaca tersayang, dukung kami dengan menekan tombol 'like' di bawah ya :)
Ikuti juga jejak langkah kami di Twitter
Artikel Terkait
- Dikejar Polisi, Wanita Ini Menelepon Polisi dan Meminta Uang Supaya Ia Berhenti
- Ketakutan Ditembak Pemilik Rumah, Seorang Pencuri di Texas Menghubungi 911
- The Slow and the Furious: Nenek Berkursi Roda Melarikan Diri Dari Kejaran Mobil Polisi
- Pria Mengancam Menembak Polisi Jika Tidak Dibawakan Paris Hilton
- Pria Mencuri Balik Sepedanya yang Dicuri
Terbaru
Teknobite
Oddbite
Hotbite
Ads by Innity
Hot Today
Member List
Monthly archive
- May 2013 (1)
- April 2013 (1)
- March 2013 (6)
- February 2013 (33)
- January 2013 (46)
- December 2012 (41)
- November 2012 (35)
- October 2012 (34)
- September 2012 (71)
- August 2012 (67)
- 1 of 3
- ››





Komentar